Kamis, 11 Juli 2013

Buletin Ramadhan/02



Abdullah bin Umar


Abdullah bin Umar adalah putra Khalifah Umar bin Khattab. Pada masa muda, Abdullah bin Umar mendapat pendidikan dari lingkungannya, yang selalu mendapat pembinaan semangat Islam. Dia dididik oleh ayahnya yang disiplin dan taat kepada agamanya. Pada Perang Badar dan Uhud, Abdullah bin Umar tidak ikut perang. Pada Perang Khandak (parit), Abdullah bin Umar ikut serta. Semenjak inilah Abdullah bin Umar ikut perang. Usia beliau waktu itu baru 15 tahun.

Abdullah bin Umar pada suatu malam yang sunyi telah bermimpi yang aneh. Dalam mimpinya itu, dia duduk di masjid sedang mengerjakan salat. Kemudian melihat ada yang turun mendekati dia untuk mengajak pergi ke suatu tempat yang indah pemandangannya.
Lalu, Abdullah bin Umar menceritakan tentang mimpinya itu kepada saudaranya, yaitu Hafsah, istri Nabi. Sewaktu Nabi mendengarkannya, Nabi berkata, "Abdullah adalah seorang anak yang cakap, sebaiknya engkau setiap malam lebih banyak berdoa dan berzikir." Abdullah bin Umar dengan perasaan senang dan ikhlas melaksanakan nasihat Nabi, beribadah sepanjang malam, istirahatnya berkurang.

Pada waktu shalat ia menangis. Kadang-kadang air matanya keluar, dan mohon ampun kepada Allah. Sehingga, Rasulullah SAW merasa belas kasihan kepadanya. Setelah Rasulullah SAW wafat, ia senantiasa ingat apa yang pernah ia alami selama bergaul dengan Nabi. Apabila membaca Alquran, dia sampai menangis. Demikian rasa takwa dan takutnya kepada Allah SWT. Dengan keakraban Abdullah bin Umar dengan Nabi, menyebabkan dapat menghayati ajaran yang terkandung di dalamnya. Abdullah bin Umar pernah menjadi guru. Murid-muridnya datang dari berbagai tempat untuk belajar dan mendapat bimbingannya.

Ketika wafatnya Utsman terjadi huru-hara. Para sahabat menginginkan Abdullah bin Umar menduduki jabatan khalifah, namun Abdullah bin Umar tidak menerima jabatan yang dianggapnya besar itu. Abdullah bin Umar ingin memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Muawiyah pernah berpesan kepada anaknya, Yazid, "Abdullah bin Umar memang terlalu sibuk dengan amaliah dan ibadah kepada Allah SWT, sehingga dia tidak mau menerima tawaran menjadi khalifah itu."
Mengerjakan shalat malam tidak pernah lupa. Kain sajadah untuk sujud tetap terbentang dekat tempat tidurnya. Sebelum tidur, beliau salat terlebih dulu. ***

Rabu, 10 Juli 2013

BAKTI SOSIAL SMAN 1 NGEMPLAK SLEMAN




“CHARACTER EDUCATION AND NATURE FOR CHILDREN”

Berawal dari keikutsertaan dalam lomba CREACHARITY 2012 yang diselenggarakan lembaga DOMPET DHUAFA Yogyakarta untuk siswa-siswa SMA di Yogyakarta   proposal yang diajukan oleh OSIS bidang kerohanian Islam SMAN 1 Ngemplak  berhasil meraih juara pertama. Lomba ini untuk menggali ide-ide siswa untuk mengasah rasa kepedulian sosial bagi lingkungan sekitar sekolah.  Dengan mengambil tema “ Character Education and Nature for Children “  dan melalui presentasi di depan juri, akhirnya proposal dari SMAN 1 Ngemplak dinyatakan sebagai pemenang dan meraih dana lima juta rupiah.
Sesuai dengan kesepakatan, maka dana itu diperuntukan untuk membiayai kegiatan sesuai dengan proposal yang diajukan. Adapun wujud dari pelaksanaan kegiatan itu berupa Bakti Sosial bagi anak-anak yang menjadi korban erupsi Merapi tahun 2010 di Kecamatan Cangkringan. Kebetulan lokasi SMAN 1 Ngemplak berdekatan dengan lokasi bencana. Peserta dari bakti sosial terdiri dari siswa-siswi kelas 1 – 4 Sekolah Dasar yang berjumlah 80 anak dan berasal dari empat dusun dilereng Merapi yaitu dusun Gadingan, Bakalan, Banaran dan dusun Bronggang. Panitia terdiri dari anak anak OSIS khususnya bidang Kerohanian Islam dibantu oleh mahasiswa PPl-KKN Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang melaksanakan praktek PPL –KKN di SMAN 1 Ngemplak. Dibantu pula oleh para guru. Lokasi kegiatan yang tadinya direncanakan di Huntara Kuwang , dipindahkan ke Balai Desa Argomulyo Cangkringan Sleman karena sebagian besar penghuninya sudah meninggalkan tempat  tersebut.
Kegiatan Bakti sosial yang diakan tersebut meliputi : Outbond, melukis bebas, pembagian buku , pemutaran film ,menulis di pohon harapan dan pembagian bibit tanaman sengon. Tujuannya untuk membantu pemulihan psikis anak-anak yang menjadi korban dari peristiwa erupsi Merapi tahun 2010. Semua kegiatan tersebut dikemas dalam suana yang menyenangkan dan mengasyikan, sehingga kecerian mewarnai wajah anak-anak tersebut. Banyak ekspresi anak-nak yang mengharukan dari tulisan dan gambar yang dibuat pada saat melukis bebas . Diantaranya ada gambar rumah  dan dituliskan juga kata-kata ” Inilah rumahku yang dulu belum dimakan gunung Merapi. Rumahku hancur dan aku tak punya rumah ”.   Selain itu anak-anak korban erupsi Merapi tersebut juga menuliskan harapan dan cita-citanya, yang kemudian ditaruh dalam sebuah pohon cemara dan dinamai Pohon Harapan.
Harapannya melalui kegiatan bakti sosial ini  trauma psikis anak anak tersebut cepat pulih. Di sisi lain bagi siswa-siswa SMAN 1 Ngemplak kegiatan ini untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial terhadap masyarakat di sekitar sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter yang sedang digalakkan. Semoga .

PENULIS : Sigit Susila,S.Pd